FDR mempunyai durasi rekaman hingga 25-30 jam. Artinya setelah 25-30 jam, data akan terhapus dengan sendirinya. Data yang diperoleh lantas ditampilkan dalam bentuk grafik maupun transkrip apabila data tersebut berupa percakapan. Kemudian data bisa divisualkan dengan animasi melalui software, yang salah satunya bernama Insight View. Dengan demikian bisa diperkirakan posisi pesawat terakhir sebelum kecelakaan. CVR dan FDR ini akan hidup secara otomatis apabila mesin pesawat dihidupkan.
Sabtu, 19 Mei 2012
Black Box dan Pesawat Sukhoi Superjet 100
FDR mempunyai durasi rekaman hingga 25-30 jam. Artinya setelah 25-30 jam, data akan terhapus dengan sendirinya. Data yang diperoleh lantas ditampilkan dalam bentuk grafik maupun transkrip apabila data tersebut berupa percakapan. Kemudian data bisa divisualkan dengan animasi melalui software, yang salah satunya bernama Insight View. Dengan demikian bisa diperkirakan posisi pesawat terakhir sebelum kecelakaan. CVR dan FDR ini akan hidup secara otomatis apabila mesin pesawat dihidupkan.
Kamis, 22 Maret 2012
=GLORY AKMIL=
ahhaaiii,, long time no see. Anyone missing me...?? #gerrhh!!!
Lama tak jumpa, bukan berarti kami sirna dari dunia yang fana ini. Perlu konsentrasi mendalam untuk mencurahkan kabar bahagia ini kepada khalayak ramai. Ehm..ehm.., test test. Oke para muda radio Untul Munyuk (UM) 18,6 MSM,,Zzz...zzZZzz...!! Ups nampaknya terjadi gangguan singal para muda..!!
Oke, jadi tema untuk posting saya kali ini adalah tentang Kejayaan Tim Piktar Akademi Militer dalam ajang Pekan Integrasi Dan Kejuangan Taruna (PIKTAR). Piktar merupakan ajang pertaruhan gengsi antar Taruna, baik AAL, AAU, Akpol, dan AKMIL. Mereka bersaing dalam materi Olahraga, Akademik, dan materi militer lainnya seperti menembak dan Cross Country. Dalam kegiatan Piktar yang diadakan bulan November 2011 lalu, di Markas Akademi Angkatan Udara, Maguwo, Jogjakarta, tim Akmil menjadi juara umum setelah mengumpulkan medali terbanyak di antara kontingen lainnya. Yaitu, 25 medali emas, 17 perak, dan 10 perunggu. Sementara kontigan tuan rumah AAU harus puas diurutan kedua dengan 11 emas, 14 perak, dan 13 perunggu.Posisi ketiga ditempati kontingen Akademi Kepolisian (Akpol) setelah memperoleh 3 emas, 4 perak,dan 6 perunggu.
Sedangkan urutan keempat ditempati kontingen Akademi Angkatan Laut (AAL) dengan 1 emas, 5 perak,dan 11 perunggu. Marsda TNI Sru A Andreas mengatakan, selain sebagai bentuk integrasi,kegiatan ini juga diisi dengan kegiatan seminar dan diskusi. Perhelatan yang melibatkan seluruh taruna Akademi TNI dan Akpol ini juga dijadikan ajang melatih dan mengembangkan daya kreasi dan kadar intelektual taruna.
Khusus untuk Tim Renang,,"hahahaaa...eng..ing..eng..!!"
Dari 13 nomor lomba yang dipertandingkan,,syukur alhamdulillah dengan luar biasanya tim renang akmil berhasil menggondol 10 nomor. Dengan demikian tim renang akmil berhak membawa pulang 10 emas, 2 perunggu, dan 2 perak. Prestasi ini sekaligus telah melampaui rekor pencapaian tim renang pada Piktar 2009 yang diadakan di Akademi Militer, magelang. Pada waktu itu Tim Renang Akmil sukses mencuri 9 emas dan berhasil menjadi juara umum. Hehehehe...!!
Tak sia-sia usaha kami selama ini,,,
Bravo Akmil, Glory Tim Renang..,,
I miss You All,
Kamis, 22 Desember 2011
:: PARA DASAR ::
Hari pertama kita lewati dengan biasa saja. Belum ada yang
special. Hanya Orientasi dan perkenalan para Pelatih dan perangkat yang
terlibat disana. Keesokan harinya kegiatan kami dimulai dengan materi
pelajaran teori di kelas, atau lebih tepatnya kita sebut Hanggar. Beberapa hari
berlalu, pelajaran kelas usai, dilanjutkan dengan materi lapangan, atau Ground
Training. Disinilah inti dari kegiatan ini. Ground Training dilakukan dengan
tujuan untuk melatih siswa agar siap untuk melaksanakan Terjun Payung. Mulai
dari pembinaan fisik, penguatan kaki, tehnik terjun dan mendarat yang benar,
Sewor Kanan-Kiri, serta materi-materi lain yang sangat menantang.
Memasuki minggu ketiga, kami mulai dibekali dengan tehnik
terjun. Sedikit demi sedikit kami diajak untuk melakukan praktek terjun
kecil-kecilan, hingga nyaris mendekati ketinggian sebenarnya. Dari mulai Swing
Landing, Kipas Pendarat, Mug Tower, dan yang paling tinggi adalah Jump Tower. Di
sinilah kami benar-benar merasakan manfaat pembinaan yang dilakukan selama 2
minggu sebelumnya. Karena walaupun kami mendarat menggunakan parasut, ternyata
kami juga perlu menggunakan tehnik-tehnik khusus untuk mendarat dengan benar
supaya tidak cidera.Kamis, 06 Oktober 2011
:: NARSIS ITU INDAH ::
...di air hebat, di darat dahsyat...
Inilah "Swimming Team '11 Brotherhood"


Dengan kemampuan yang kami miliki ini, kami berharap mampu meraih hasil yang maksimal guna mengharumkan Keluarga Besar Lembah Tidar. Ini lah kami "Swimming Team From Military Academy"

NB : Cerita ini hanya fiktif belaka. Sekedar mengisi kekosongan waktu dari pada jenuh hingga akhirnya berfikiran untuk melakukan pelanggaran. Trimakasih telah membaca dan tersenyum untuk kami. Doakan kami semoga sukses dalam tugas bergengsi ini. Amin !
msm-186
Jumat, 02 September 2011
= Cuti Berakhir Kawand =
Jadi kalo lagi event libur panjang atau cuti gini, sebenernya sangat cocok sekali dimanfaatkan taruna untuk beristirahat, baik fisik maupun pikiran. Yang selama di akademi mempunyai masalah, segera diobati dan diselesaikan masalahnya. Istirahat sejenak dari seabrek kegiatan di lembaga pendidikan. Nah sayangnya kenyataannya tak demikian. Taruna lebih memilih untuk tidak menyianyiakan waktu yang ada, dengan cara mengisi hari-hari nya dengan segudang kegiatan. Bahkan terkadang mereka harus tidur larut malam karena aktivitasnya yang begitu banyak. “kapan lagi bisa kaya gini. Ayo kawand, waktu kita tak banyak. Jangan sia-siakan waktu yang ada”, begitulah kurang lebih semangat percakapan taruna saat cuti panjang. Jadi akibatnya, pulang kembali cuti bukannya tambah seger malah tambah gak jelas. Yah, inilah kami. Ahaaha,,!!!
Tapi menurut saya, ini semua bukan 100% murni kesalahan taruna. Mereka yang sehari-harinya sibuk dengan kepenatnya di lembaga, dengan fasilitas dan hiburan yang terbatas, wajar bila akhirnya mereka menjadi ‘bablas’. Ibarat burung yang baru lepas dari sangkarnya, maka ia akan terbang bebas tanpa batas menikmati indahnya dunia yang penuh dengan hiburan dan fatamorgana. *two tumbs up*
Apalagi kalo udah mepet2 waktu kembali cuti. Nah lo, seolah-olah kaya dikejar-kejar “deadline” cuti. Maka makin jelaslah,”lebih baik begadang dari pada waktu yang tersisa menjadi sia-sia jika hanya dipakai untuk tidur”, bodohnya taruna !! Nah sekarang pas hari H kembali cuti. Entah kebiasaan atau sudah menjadi kutukan. Bahwasanya segala penyakit tiba-tiba muncul dan hinggap pada tubuh taruna ketika hendak meniggalkan kediamannya kembali menuju Akademi Militer. Terlebih setelah anda memasuki area kota Magelang. Kehadiran anda langsung disambut dengan keindahan Gunung Tidar. Bisa dibilang kalo G. Tidar adalah pemandangan terindah yang sebenarnya tak ingin kami lihat. Dari luar perbatasan magelang, kurang lebih setelah anda menempuh 15 menit perjalanan, anda sudah tiba di depan kampus Akademi Militer. ‘Abrakadabra’, kehadiran anda sudah disambut oleh kokohnya gerbang akmil. Gerbang inilah yang menjadi penentu dan pembeda antara dua dunia. Ya, dunia luar yang menawarkan keindahan dan kebebasan dan dunia akademi militer yang sarat akan semangat perjuangan para putra bangsa. Selamat datang kembali di zona militer. “Busungkan dada mu, langkah pertama teriak “TARUNA””.
Dengan demikian berakhirlah apa itu yang disebut hari libur. Selamat tinggal kesenangan, selamat tinggal kebebasan, selamat tinggal dunia luar. Tetaplah kau disana dengan sejuta pesona yang ada. Jika masih mungkin kesempatan itu datang lagi, percayalah kami akan datang kembali.

