Rabu, 03 Juli 2013

:: Detik-Detik Mendebarkan ::


Surabaya, 2 Juli 2013 pukul 08.20 wib.  Beberapa saat setelah penampilan Drumband dari AAL usai, ribuan pasang mata menyaksikan dahsyatnya hujan dan angin yang menghempas lapangan Banda. Saya beserta 7 orang rekan saya yang berada di ruang “Wangi-wangi” (salah satu nama tempat di Depmar AAL) terbelalak ketika melihat baliho Presiden SBY roboh. Baliho tersebut jatuh sesaat setelah baliho Adhi makayasa rata dengan tanah. Penutup meja terbang tertiup angin, beberapa alat musik milik Satsik jatuh tertiup angin, pasukan upacara berlarian menuju tampat aman. Hujan yang tak kunjung reda mengharuskan Upacara Praspa ditunda selama 30 menit.

Dalam suasana yang masih tegang, kami berdoa dan berharap semoga hujan segera reda. Sampai batas waktu tambahan yang diberikan, ternyata langit masih dihiasi awan hitam. Namun demikian, kegiatan harus tetap dilaksanakan. Dalam keadaan gerimis, kami keluar dari daerah persiapan dan mulai memasuki lapangan upacara. Sambil tetap berdoa, semoga cuaca segera membaik, semoga upacara berjalan dengan hikmat dan lancar. Sampai tak terasa ternyata seluruh perangkat upacara sudah berada didalam lapangan. Dan dihadapan kami telah berhimpun dengan rapi rombongan orang tua dari masing-masing peserta upacara. Mereka datang dari berbagai penjuru Indonesia dengan penuh harapan menyaksikan putra dan putri mereka dilantik menjadi seorang Perwira. Praktis kami harus menampilkan yang terbaik, tidak boleh ada celah sekecil apapun, walaupun dalam kondisi cuaca yang kurang bersahabat.
 
Perlu diketahui kawand, bahwa acara ini merupakan ‘moment’ yang sangat penting bagi kami. Karena disinilah nasib kami ditentukan. Upacara inilah yang akan merubah ‘kasta’ (begitu kata Danjen Akd.TNI) kami dari seorang taruna menjadi seorang perwira. Dalam upacara tersebut juga akan dilaksanakan Penyumpahan kepada seluruh calon perwira tentang tanggung jawab dan janji pengabdiannya kepada negara dan bangsa. Seluruh panitia sudah mempersiapkan segalanya dengan sangat baik. Karena bukan main-main, acara tersebut juga melibatkan Presiden RI Bpk Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Inspektur Upacara. Kami pun sudah melaksanakan latihan (gladi) secara terus menerus ( Gladi Kader, Gladi Kotor 1, Gladi Kotor 2, Gladi Kotor 3, dan Gladi Bersih plus sekali Gladi Ruangan), sehingga kami bertekad tidak akan menghancurkan apa yang telah kami usahakan dan apa yang akan kami tunjunkan kepada orang tua kami nanti.

Satu demi satu rangkaian upacara telah dilaksanakan. Hingga tiba waktu yang sangat mendebarkan bagi saya dan 7 rekan saya, yaitu tampil sebagai perwakilan dilantik maupun pengucap sumpah. Dengan satu aba-aba kami berjalan dari sisi sebalah kanan lapangan menuju depan mimbar tempat Irup berdiri. Tiba waktunya saat pelantikan, Presiden RI turun dan menghampiri satu persatu dari kami untuk menyematkan tanda pangkat serta menjabat tangan kami dan memberika ucapan selamat kepada kami atas pencapaian dan prestasi yang sudah diraih. Dengan penuh  rasa bahagia dan bangga saya menyambut jabat tangan Bapak Presiden dan menatap mata Beliau sambil berkata, “Terimakasih Bapak”. Luar biasa pengalaman yang tidak akan pernah kami lupakan. Tiga puluh detik yang akan selalu terkenang. 

Hingga pada saat terakhir, yaitu ketika acara ditutup dengan doa, puji syukur "Alhamdulillah" kami panjatkan kepada Allah SWT. Karena akhirnya kami telah dilantik menjadi seorang perwira. Upacara berlangsung sangat khitmat dan tidak meninggalkan kesalahan sekecil apapun, "excellent". Acungan jempol bagi panitia yang telah mempersiapkan segalanya, dan seluruh pihak yang terlibat, serta perangkat upacara yang telah memberikan penampilan yang sempurna. Sebuah keputusan penuh resiko untuk tetap melaksanakan upacara di lapangan dibandingkan didalam ruangan, walaupun dalam kondisi cuaca yang tidak mendukung. Keberanian untuk tetap menampilkan pertunjukan udara dengan meluncurkan pesawat F-16 dalam kondisi cuaca yang buruk. Semuanya dilakukan dengan penuh keyakinan kepada Allah SWT, bahwa rencana-Nya pasti akan selalu lebih indah dari rencana manusia. Terimakasih Tuhan, terimakasih AAL, terimakasih rekan-rekan ku, jaya terus Paja 2013 TNI-Polri. Negara dan Bangsa menanti Darma Bhakti mu.

Bersambung.,,

3 komentar:

Satria Kukuh Eritama mengatakan...

Congrats bang sony, sukses terus kedepannya. ^^ Keep inspiring and stay update this nice blog.

septiraAS mengatakan...

Keren kak,sukses trus ya kaka :D

Yessy Mandzukic N mengatakan...

Hai kakak *alaybanget* yaudin panggil bang aja yak..
Pertama2 mau ngucapin selamat dlu buat semuaaa prestasi2 abang.. Pasti orang tua abang bangganya bukan main.
Selamat bwd adhi makayasa 2013, terus baru2 ini lulusan terbaik kopassus ^^ bener2 deh, rahasianya apa sih bang? Pasti karena kerja keras, pantang menyerah, dan terus belajar *dijawabsendiri*
Adek cowokku masih kelas 1 smp bang, cita2nya pengen jd kopassus *tp dia msh galauan gitu* kadang kalau diingetin suka ngambek *aku gak mau jadi kopassus! Cuma gr2 gak mau les matematika* ampun dah..
Abang emg dah cita2 jd militer ye? Tp kok liat postingan2 abang d blog yg atunya isinya tutorial photoshop *kalau aq gak salah inget*
Ohya bang, dlu emg abang jaman sekolah gimana sih? Udah disiplin gitu apa ya? Aq kebetulan calon guru pkn *amin*, tp pengen mendisiplinkan anak umur 14 tahun itu pusing banget, apa lg aq cm pulang dua minggu sekali *itu jg d sempetin banget d jalan 3 jam* bwd nemenin adekku belajar T___T.. Mg2 emg beneran bisa masuk militer *amin*
Sebenernya sih dia cukup mumpuni dri segi fisik (tingginya dah 170-an, sabuk biru taekwondo, renang jago, bahkan kulitnya jg item, dy jg kuat gendong2 aku, jd kuli berasnya mama jg sering *lol) tapi itu lho.. Susah d atur.. Mungkin krn belum dewasa n akunya yg perfeksionis sm dia *jiahh

Ya ampun! Ini mah curhat banget akunya, sorry ya bang :-D
Pkoknya sukses terus bwd karier militernya ya bang!
Terimakasih
P.S sorry kemaren2 cm jd siders